Sutradara Terkenal Film-film Komedi Arizal Meninggal

Sutradara Terkenal Film-film Komedi Arizal Meninggal

Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sutradara Arizal meninggal pada Minggu (18/5/2014) pada pukul 11.00 WIB.

Lelaki kelahiran Airmolek (Riau) pada 11 Januari 1943 ini pernah menjadi penulis cerpen, karikatur di majalah Selecta dan wartawan di majalah Mayapada dan Panorama sebelum akhirnya terjun total ke dalam dunia perfilman. Lulusan SMA di Pekan Baru ini melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan kemudian West Coast Institute of Management & Technology, Perth, Australia.

Kariernya di dunia film dimulai ketika ia menjadi asisten artistik kartun Walt Disney di Universal Studio, Los Angeles, Amerika Serikat. Kemudian, pada 1971 ia menjadi asisten sutradara pada film ‘Pengejaran ke Neraka’ dan film ‘Kabut Bulan Madu’ (1972).

Pada 1974 ia dipercaya menjadi sutradara film anak-anak ‘Senyum dan Tangis’ yang skenarionya ditulis sendiri. Film ini meraih penghargaan Piala Citra sebagai film anak-anak terbaik. Filmnya yang lain, “Setulus Hatimu” (1975) meraih piala Citra pada Festival Film Indonesia 1975 dan Festival Film Asia 1975, untuk aktris utama Yenni Rachman.

Di akhir dekade 1970, ia banyak membuat film-film drama. Film garapan Arizal, Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati menjadi salah satu film yang banyak digemari masyarakat.

Pada tahun 1980-an, Arizal juga menggarap film-film komedi. Bersama kelompok Warkop, Arizal sukses membuat film-film humor yang ketika itu belum banyak muncul. Beberapa film komedinya seperti Pintar-pintar Bodoh dan Maju Kena Mundur Kena menjadi film terlaris di Indonesia. Berkat kesuksesannya dalam film komedi, Arizal menjadi salah satu sutradara termahal di Indonesia. Kemampuannya membuat film dalam berbagai genre, seperti drama, laga dan komedi, semakin mengangkat popularitasnya. Arizal lebih terkenal sebagai sutradara film komedi.

Di Layar kaca, ia menyutradarai beberapa sinetron, di antaranya; sinetron ‘Gara-gara’ (1992-1993) produksi PT Multivision Plus dengan pemain Lydia Kandouw, Jimmy Gideon, Sion Gideon, Pitrajaya Burnama dan Nani Wijaya. Sinetron ‘Ada-ada Saja’ (1993-1995) produksi PT Multivision Plus dengan pemain Nurul Arifin, Rudy Salam, Kiki Fatmala dan Fuad Alkhar. Sinetron ‘Jin dan Jun’ (1996-2001) produksi PT Multivision dengan pemain Syahrul Gunawan, Mira Asmara, Misye Arsita, Fuad Baraja dan M. Amin. Sinetron ‘Tuyul dan Mbak Yul’ (1997-2002) sebanyak 270 episode dengan pemain Onny Syahrial, Slamet Joyo dan Dominiq Sanda. Ia juga membuat iklan televisi sabun Lux untuk PT Unilever 1978 Jakarta Citra Lintas dengan model Widyawati.

Selain itu, Arizal juga dikenal sebagai pengarang lagu. Karya lagunya antara lain; ‘Usah Kau Goda’ – Emie Djohan 1967, ‘Mengapa’ – Alfian 1967, lagu di film ‘Setulus Hatimu’ yang dibintangi Tanty Yosepha & Elly S pada 1975 dan lagu ‘Main Film yang dibintangi Benyamin S pada 1975.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts