Nowela dan Husein Siap Berlaga di Grand Final Indonesian Idol 2014

Nowela dan Husein Siap Berlaga di Grand Final Indonesian Idol 2014

Nowela dan Husein siap berlaga di Grand Final Indonesian Idol 2014. Keduanya memperebutkan mahkota juara The Next Indonesian Idol setelah Virzha tereliminasi dari kompetisi karena tak mendapat banyak dukungan suara dari penonton pada pertunjukan Jumat malam sampai Sabtu dini hari (10/5).

Virzha terpaksa turun dari panggung Indonesian Idol setelah melalui seleksi yang diikuti ribuan peserta dan 11 kali terhindar dari eliminasi. Pujian para juri pada penampilan, suara dan aksi panggung kontestan yang mengikuti audisi di Medan itu tak bisa membawa dia ke pertarungan akhir untuk memperebutkan gelar Indonesian Idol 2014.

Juri yang terdiri atas Ahmad Dhani, Anang Hermansyah, Titi DJ dan Tantri Kotak naik ke panggung dan memeluk Virzha setelah pemandu acara Daniel Mananta mengumumkan bahwa perjalanannya di kompetisi itu harus berakhir. “Terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan saya dan dukung saya,” kata Virzha.

Virzha pun berpisah dengan dua kawan yang selama empat bulan terakhir menjalani karantina sebagai peserta bersamanya. Nowela dan Husein akan melanjutkan persaingan untuk menjadi juara Indonesian Idol 2014.

Nowela yang menjadi kontestan pertama yang bisa bernafas lega setelah Daniel Mananta menyebut namanya sebagai peserta yang lolos ke grand final. Ia pun menuruni panggung sambil menyalami penonton yang berdiri di pinggir pembatas jalan menuju panggung grand final, beberapa anggota keluarga dan kerabat memeluknya. “Saya sudah jadi pemenang bagi diri saya sendiri. Kalaupun akhirnya saya tidak menjadi juara, saya sudah jadi pemenang bagi saya sendiri,” kata penyanyi kafe asal Papua itu.

Husein kemudian bergabung dengan Nowela. “Ini hadiah terbesar yang aku kasih untuk mama,” kata penyanyi rock yang menurut Tantri punya suara khas “metal arabia” itu.

Siapa yang layak jadi The Next Indonesian Idol, Nowela atau Husein? Kita tunggu saja!

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts