Nidji, Sang Raja Pembuat Original Soundtrack

Nidji, Sang Raja Pembuat Original Soundtrack

Tak berlebihan memang kalau Nidji mengukuhkan diri sebagai raja pembuat soundtrack film. Dengan konser mini yang bertajuk ‘King of Soundtrack’, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (7/5/2014), Nidji berhasil menghibur para Nidjiholic (sebutan untuk penggemar Nidji). Konser ini digelar setelah Nidji berhasil merilis album yang berisi 12 lagu soundtrack yang telah menjadi hits di industri musik Tanah Air.

“Dulu ingin banget launching album, akhirnya tahun ini kita keluarin album kita yang berisi semua soundtrack. Alhamdulillah konser hari ini kita inginkan juga berjalan,” kata Nidji.

Banyak alasan kenapa Nidji mempersiapkan khusus sebuah konser yang hanya berisi lagu-lagu soundtrack. Lagu yang berhasil sesuai dengan filmnya yang meledak ternyata jarang dinyanyikan secara live. “Banyak lagu bagus, tapi enggak pernah dinyanyikan secara live, sayang saja gitu. Maka kita buat konsernya secara khusus,” tambahnya.

diperhitungkan
Dalam konser, Nidji membawakan delapan lagu yang menjadi hits. Lagu ‘Shadow’ mengawali konser Nidji. Sebuah lagu yang merupakan original soundtrack dari film seri Hero yang ditayangkan di Amerika Serikat. Di lagu ini, Nidji sukses menyanyikannya dengan syahdu.
Setelah ‘Shadow’, Nidji membawakan lagu ‘Laskar Pelangi’. Lagu yang membuat Nidji terkenal, dan mulai diperhitungkan oleh rumah produksi untuk membuat soundtrack film.

Kemudian, lagi ‘Tuhan Maha Cinta’ di segmen ketiga. Soundtrack dari film bergenre religi ‘Sang Pencerah’. Lagu keempat soundtrack ‘5CM’, film produksi Soraya Intercine Films yang disutradarai oleh Rizal Mantovani. Melihat sepak terjang Nidji sebagai pencipta lagu-lagu soundtrack, Rizal mengatakan bahwa Nidji mampu menangkap pesan dari film tentang anak muda dalam mencari kebebasan. “Ada letupan anak muda, dan itu akan mudah ditangkap oleh Nidji dengan gayanya,” kata Rizal, dalam VT di layar LCD.

elegan
Masih soundtrack dari film yang sama, Nidji membawakan lagu ‘Rahasia Hati’. Kali ini ada pemandangan yang berbeda dari Giring dengan tampil elegan memakai jas berwarna biru gelap. Sambil memain piano, Giring berhasil menghipnotis penonton. Bukan hanya itu, di balik panggung muncul Ariel ‘Noah’ yang ikut bernyanyi membuat penonton semakin riuh bergemuruh.

Di tiga lagu terakhir, Nidji memainkan lagu dari soundtrack film ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’ , yaitu ‘Hidup Tanpa Cintamu’ dan ‘Sumpah dan Mati Cinta Matiku’. Lagu ‘Teroesir’ menjadi penutup konser. Lagu yang kini sedang gencar dipromosikan Nidji dengan video klip terbaru dengan Giring sebagai bintangnya. Masih dalam suasana grande, penonton dibuat standing ovation saat Giring menyanyikan di tengah lagu bergaya penyanyi seriosa. Sebuah konser mini dari Sang Raja Pembuat Original Soundtrack yang elegan.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts