Iceman, Remake versi Donnie Yen

Iceman, Remake versi Donnie Yen

Film Iceman 3D ini merupakan remake dari film legenda berjudul sama tahun 1989. Kini posisi Yuen Biao, Maggie Cheung dan Yuen Wah digantikan oleh Donnie Yen, Eva Huang dan Wang Baoqiang. Alur cerita berubah dari cerita aslinya, tetapi konsepnya tetaplah sama.

Dikisahkan Ying (Donnie Yen) adalah penjaga raja di masa Dinasti Ming. Kehebatannya membuat dia ditugaskan untuk mengawal Golden Wheel of Time. Ternyata dalam perjalanan Ying harus berselisih dengan Sao (Wan Bao Qiang) dan mereka bertarung. Duel itu membuat gunung longsor dan mengubur hidup-hidup Ying dan teman-temannya.

Setelah 400 tahun berlalu, Ying terbangun. Dia mendapati dirinya berada di dunia modern yang berbeda dengan kehidupan di masa lalu. Ying terbuang dan bertemu Mei (Eva Huang) yang memberinya tempat berlindung. Ternyata Mei seorang penipu yang memanfaatkan kemampuan tempur Ying untuk mendapatkan keuntungan.

Sedangkan Ying berharap dirinya dapat kembali ke masa lalu. Tanpa sepengetahuan mereka ternyata musuh besar Ying, Sao juga turut membeku dan kini bangkit lagi. Takdir mempertemukan mereka untuk melanjutkan pertempuran di masa lalu.

Film yang sebelumnya berjudul The Iceman Cometh adalah film martial arts action komedi Hong-Kong 3D yang disutradarai Law Wing Cheung. Tantangan terbesar adalah meenyamai film pertama yang kala itu disutradarai oleh Clarence Fok dan dibintangi Yuen Biao. Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa Biao akan terlibat di film ini, tetapi Donnie yang terpilih bahkan menjabat sebagai pengarah laga. Dalam film ini juga terlibat Jam Hsiao untuk menyanyikan lagu tema film ini, sedangkan versi bahasa Kanton dinyanyikan oleh aktor Hong Kong Julian Cheung.

Pembuatan film ini terbilang menelan biaya mahal. Awalnya diperkirakan biaya film ini hanya HK$100 milian, tetapi biaya itu membengkak dua kali lipat. Pertama karena para kru melakukan semua adegan berbahaya tanpa peralatan lengkap, sehingga membuat biaya asuransi meningkat. Lalu pemerintah Hong Kong tidak memberikan izin film ini syuting di Thing Ma Bridge, sehingga untuk itu maka kru harus membangun jembatan tiruan dengan biaya HK$50 juta hanya untuk menghadirkan adegan pertarungan Ying selama 7 menit di sana.

Selain di Hong Kong, film ini juga mengambil lokasi di Beijing, Kai Tak Airport dan Changbai Mountains. Demi film ini aktor Julian Cheung sampai menjual Lamborgini hitamnya untuk memutupi produksi. Sayangnya hasil film ini kurang optimal. Mungkin karena biaya film ini sudah membengkat melampaui harapan.

Semua akhirnya bergantung pada populeritas Donnie Yen.

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts