HUT ke-236, Museum Nasional Putar Film Gratis!

HUT ke-236, Museum Nasional Putar Film Gratis!

Memperingati Hari Ulang Tahun ke-236, Museum Nasional menggelar Festival Museum Nasional. Dalam gelaran tersebut pihak museum menggelar koleksi yang dipunyai museum. Yang istimewa, selain menggelar koleksi yang ada, festival tersebut juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menonton film-film populer secara gratis.

Dirjen Kebudayaan Prof Kacung Maridjan mengatakan pemutaran film itu sejalan dengan visi Museum Nasional yang akan membangun virtual museum.

“Kita memang sudah merencanakan untuk membangun virtual museum dengan koleksi barang seni digital dan digitalisasi koleksi yang ada di Museum Nasional. Tujuannya agar yang di luar Jakarta bisa juga melihat koleksi di sini,” kata Prof Kacung Maridjan saat membuka Festival Museum Nasional di Museum Nasional Jl Medan Merdeka Barat No 12, Jakarta, Sabtu (17/5).

Film yang diputar antara lain ‘Pasukan Kapiten’, ‘Habibie & Ainun’. “Banyak film baru yang menarik yang diputar dengan jadwal khusus. Film yang dibeli hak siarnya oleh Kemendikbud diputar di sini,” kata Kacung.

Kegiatan yang digelar hingga akhir Mei ini juga menggelar lomba dan berbagai workshop batik, wayang, dan kriya untuk anak-anak dan umum. “Kita perlu memperkenalkan sejarah kepada anak-anak. Di sekolah mereka mendapat pelajaran sejarah. Dengan kegiatan ini mereka bisa mencintai sejarah lebih dalam,” harapnya.

Pilihan menayangkan dua film tersebut bukan tanpa alasan, ‘Habibie & Ainun’ yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari ini berhasil menggaet 4 juta lebih penonton dalam masa penayangannya di bioskop. Lewat film ini pula Reza mendapat Piala Citra FFI 2013 sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.

Sedangkan ‘Pasukan Kapiten’ yang digarap oleh Rudi Soedjarwo dianggap mampu menyisipkan nilai-nilai kehidupan yang mulai surut di masyarakat. Lebih khususnya, film ini menyoal tentang bullying yang banyak terjadi di kalangan anak-anak.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts