Empat Program Unggulan Indosiar Lahirkan Para Bintang

Empat Program Unggulan Indosiar Lahirkan Para Bintang

Bintang-bintang baru sebentar lagi bakal bermunculan di layar kaca. Indosiar yang dikenal sebagai stasiun televisi yang melahirkan para bintang, ini akan menggelar empat program unggulan, yaitu Konser Grand Final D’Academy, Comedy Academy, Malam Puncak Putri Muslimah Indonesia 2014 dan Indonesian Awards 2014, yang digelar bulan Mei dan Juni 2014.

“D’Academy (Academy Dangdut Indonesia), sebuah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut, yang paling banyak menyedot perhatian masyarakat, sejak awal hingga pertengahan tahun ini. Akhirnya sebentar lagi akan menentukan pemenang utamanya,” kata Manager Produksi Indosiar Indra Yudistira, dalam acara press conference di Gedung Indosiar, Jl. Damai No.11, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (23/5).

Lebih lanjut, Indra menerangkan, “Konser Grand Final D’Academy akan dilaksanakan pada 30 Mei 2014, sedangkan Result Grand Final D’Academy akan ditayangkan pada 6 Juni 2014. Ada juga konser reunion, yang mempertemukan 35 finalis kontes, akan digelar pada 13 Juni 2014.”

menghibur
Tiga finalis D’Academy, yaitu Lesti, Aty dan frans berhasil melenggang ke tiga besar. Ketiga finalis ini mempunyai keunikan dan keunggulan masing-masing. Lesti misalnya, remaja 15 tahun ini selalu memukau juri dan pemirsa dengan kualitas suara yang matang melebihi usianya dan kemantapannya dalam nada-nada tinggi yang tidak diragukan lagi. Begitu juga dengan Aty, yang tak hanya mempunyai suara yang merdu. Dengan tubuh beratnya juga, ia selalu percaya diri menghibur pemirsa melalui aksi-aksi lucunya yang menghadirkan tawa. Adapun Frans mempunyai kualitas tersendiri yang membuatnya berhasil sampai ke babak ini. Wajah Frans yang rupawan dan postur tubuhnya bak model catwalk, memang membuatnya menjadi favorit pemirsa, khususnya kaum hawa.

Di samping itu, program Comedy Academy sudah memasuki babak empat besar dengan grup pelawak baru yang lolos empat besar yaitu : ASN, ABIOSO, FBI dan PNS. Keempat grup pelawak baru itu bersaing ketat untuk menjadi grup lawak terbaik.

ABC
Tak ketinggalan, Indosiar juga menghadirkan program acara Putri Muslimah Indonesia sebagai komtes akbar yang mencari seorang muslimah cantik, bertalenta dan berwawasan luas, yang akan memberi warna baru dalam dunia entertainment.

“Yang menjadi penilaian dasar kontes akbar Putri Muslimah Indonesia 2014 ini adalah ABC (Akhlak, Bakat dan Kecantikan),” ungkap Indra.

Juri-juri Putri Muslimah Indonesia 2014 yang berkompeten akan memberikan penilaian obyektif terbaik, yang akan menilai putri muslimah ini adalah Chand Parwez (Produser), Arzeti Bilbina (model), Opick (penyanyi), Pipik (Ustadzah), dan Nurulita (Fotographer).

motivasi
Tak kalah seru tentu adalah program Indonesian Dangdut Awards 2014, sebuah ajang penghargaan bagi insan dangdut Indonesia yang berprestasi. “Ajang ini akan menilai semua karya dangdut Indonesia yang beredar sejak Januari 2013 hingga Februari 2014,” terang Indra.

Ada delapan kategori penghargaan yang diberikan sebagai tanda apresiasi yang berfokus pada popularitas, bukan dari sisi tekniknya. Delapan kategori penghargaan itu, yaitu penyanyi solo pria paling populer, penyanyi solo wanita paling populer, penyanyi duo/grup paling populer, penyanyi pendatang paling populer, pencipta lagu paling populer, lagu dangdut paling populer, lagu dangdut bahasa daerah paling populer dan goyang paling populer.

“Sebelumnya dangdut bisa dibilang mati suri. Sudah ada penyanyinya, tapi mereka enggak punya kesempatan untuk tampil di TV. Sekarang penyanyi-penyanyi sudah lahir dan menggeliat. Akhirnya kita bikin ajang ini agar mereka termotivasi,” Indra mempungkasi.

Malam Penganugerahan Indonesian Dangdut Awards 2014 akan ditayangkan secara live di Teater Tanah Airku pada 11 Juni 2014 pukul 19:00 WIB. Acara ini dimeriahkan oleh Iis Dahlia, Inul Daratista, Rita Sugiarto, Uut Permatasi, Zaskia Gotik, Iceu Wong, Siti Badriah, Julia Perez, Erie Suzan, Ridho Rhoma, Saipul Jamil, Beniqno, dan lain lain. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts