Komik The Raid Tanpa Darah

Komik The Raid Tanpa Darah

Film The Raid yang telah meraih banyak prestasi di berbagai festival film internasional, kini diadaptasi menjadi komik oleh R. Amdani dengan art-nya dikerjakan John G. Reinhart dengan dibantu enam illustrator CV Curhat Anak Bangsa. Komik yang special karena belum pernah ada di Indonesia ketika film masih beredar ada komiknya

Berbeda dari filmnya yang penuh warna merah darah di mana-mana, komik The Raid justru dibuat tidak berwarna. Secara garis besar, jalan cerita maupun penokohannya sama. Tetapi, tingkat kesadisan dan bahasanya menjadi lebih halus. Kalau komik tersebut dibuat berwarna, feel-nya tentu tidak akan terasa. “Ambience kerasnya enggak akan dapat kalau pakai warna. Kalau hitam putih begini, kan terasa (ambience kerasnya). Apalagi di filmnya banyak adegan sadis yang berdarah-darah. Kalau berwarna, darahnya nanti kelihatan semua. Dan kami menghindari darah,” kata R. Amdani kepada Moviegoers saat peluncuran komik tersebut di BlitzMegaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu sore (14/4) yang lalu.

R. Amdani mengaku kesulitan utama dalam proses adaptasi itu adalah pemindahan adegan film bedurasi 102 menit menjadi 120 halaman dalam komik. “Untungnya selama proses produksi ini kami didukung oleh tim yang hebat dan Gareth H. Evans sebagai sutradara dan penulis naskah asli selalu memberi masukan,” katanya.

Mengenai halaman komik yang tipis. comic writer kelahiran Padang, 20 Oktober 1980 ini, menjelaskan, jika dibuat banyak halaman, selain tidak handy saat dibawa, itu akan membuat pembaca sesak napas. “Bayangkan saja kalau sepuluh halaman isinya adegan fighting semua? Tensi bisa tinggi dan sesak napas. Bacanya juga akan capek. Makanya, dibuat 120 halaman, ceritanya penuh aksi dan enggak ada yang missed, sesuai dengan filmnya,” ungkapnya..

Tapi ada satu adegan dalam komik yang tidak terdapat dalam film. “Saya tidak akan menyebutkan halamannya, tetapi itu merupakan pengembangan dari salah satu adegan di film. Silahkan dibaca sendiri,” katanya seperti ingin membuat orang penasaran.

Iko Uwais, Joe Taslim, dan Yayan Ruhian sebagai pemain merasa terhormat karena film yang mereka perankan dibuat dalam versi komik. Joe yang berperan sebagai Sersan Jaka di film tersebut melihat bahwa karakter tokoh yang digambarkan dalam komik itu pas. Yayan Ruhian yang memerankan Mad Dog menyatakan, cerita komik tidak jauh berbeda dengan yang di film. “Tapi, Mad Dog tetap beda ya dengan seorang Yayan,” katanya, lantas tersenyum kecil.

Lain lagi dengan Iko yang mengatakan, jika dibandingkan dengan kartunnya, tokoh Rama tetap lebih ganteng yang asli. “Tetap gantengan aslinya lah,” katanya, lalu tertawa. Namun, ia merasa senang dengan adanya komik The Raid. Itu merupakan penghargaan seumur hidup buatnya. Dia berharap antara komik dan film bisa sukses bersama. Semoga. (Akhmad Sekhu)

Judul Buku: The Raid

Penulis: Gareth Evans

Adaptasi: R. Amdani

Komikus: John. G. Reinhart

Penerbit: CV Curhat Anak Bangsa & Penerbit Mizan Pustaka

Harga: Rp. 35.000,-

About The Author

Related posts