Si Bisu Yang Memikat Dunia

Si Bisu Yang Memikat Dunia

Kejayaan film bisu rupanya belum berakhir. Nyatanya film silent comedy The Artist karya sutradara Prancis Michel Hazanavicius dengan bintang Jean Dujardin dan Berenice Bejo menjadi film terbaik pada ajang Oscar 2012 ini.
Apa yang membuat film tanpa dialog, dan tanpa warna ini begitu memikat ? Cerita film ini bersetting Hollywood di akhir era film bisu. Kala itu aktor George Valentin (Jean Dujardin) sedang berjaya. Usai pemutaran perdana film terbarunya Valentin tak sengaja bertemu dengan Peppy Miller (Berenice Bejo). Valentine yang terpikat oleh Miller membuatnya dapat main film. Semenjak itu Miller pun sukses jadi aktris.

Sebaliknya, kesukesan Valentin tak bertahan lama. Di saat produser Al Zimmer (Johnn Goodman) memutuskan untuk membuat film dengan suara, Valentin terdepak. Akhirnya ia memutuskan untuk memproduksi film bisu sendiri. Namun filmnya gagal dan karier dan hidup Valentine pun hancur dan berniat bunuh diri. Di saat itu Miller muncul dan berusaha menolongnya.

Sesungguhnya kisah dalam The Artis memang melodrama biasa yang mudah dipahami. Namun berkat penyampaian yang tidak biasa yang membuat penonton terpaku dalam setiap adegan. Pewarnaan film ini murni hitam putih, tidak ada warna abu-abu, sehinga tata visual, gambar adegan serta akting pemain benar-benar fokus. Hasilnya film tanpa dialog ini juga memiliki efek dramatis dalam menghidupkan imajinasi penonton.

Sang sutradara Michel akan sudah lama bermimpi untuk membuat film bisu. Bahkan ia secara intensif melakukan riset tentang film-film bisu Hollywood di era 1920-an. Hingga menemukan teknik yagn tempat untuk membuat cerita yang mudah dipahami tanpa harus menggunakan intertitles atau teks terlalu banyak. Sebab menurut Michel gambar dari film-film bisu secara alami mampu menghidupkan imajinasi penonton.

Butuh empat bulan untuk menulis scenario The Artist. Namun butuh waktu lebih panjang untuk meyakinkan para produser. Berkat sukses film OSS 117 : Cairo, Nest of Spies dan OSS 117 : Lost in Rio, Michel pun mendapat restu. Syuting berlangsung selama tujuh minggu di Los Angeles dengan melibatkan aktor dan kru dari Amerika dan Prancis. Film produksi La Petite Reined an ARP Selection ini menelan dana sebesar 1,47 juta Euro termasuk co production support dari Studio 37 dan France 3 Cinema.

Film ini pertama kali diputar pada Cannes Film Festival 2011. Awalnya tidak akan ikut dalam ajang kompetisi, namun para juri berubah pikiran seminggu sebelum festival. Hasilnya, sang aktor Jean Dujardin diberi daun palem emas sebagai Aktor Terbaik pada Cannes Film Festival 2011 lalu. Pujian terus diberikan pada film ini.

Film Terbaik pada Boston Society of Film Critics Awards 2011, mendapat AFI Special Awards pada American Film Institute 2011, Best Film pada Detroit Film Critics Society 2011 sekaligus memenangkan sutradara terbaik dan menang dalam New York Film Critics Circle 2011, serta Oklahoma Film Critics Circle 2011.

Film ini juga masuk daftar nominasi di sejumlah ajang penghargaan film bergengsi seperti Allice of Women Film Journalist, Critics Choice Movie Awards, Independent Spirit Awards, serta meraih enam nominasi dalam ajang Golden Globe Awards 2012. Puncaknya ketika The Artist menang telak di kancah Oscar.Semua itu menunjukkan bahwa si bisu masih punya kekuatan dan daya pikat bagi para moviegoers dunia.

About The Author

Related posts